Hanyalah Manusia
Engkau penyair
yang berseloka
dalam gelap akalmu
menghumban manusia
ke dalam dangkal ilusi
caramu
Hentikan hujah
noktahkan salah tingkah
lapangkan dadamu
bersihkan hatimu
sucikan kepalamu
marilah melangkah bersama
ikhlas menjejak
jejak-jejak manusia
ihsan, hambaNya
di muka bumi.
Engkau penyair,
takkan pernah mengerti
sampailah engkau hayunkan langkah
bersama mengayuh bahtera.
Engkau penyair,
akan terus bersyair bermadah seloka
dalam teka-teki yang sudah terjawab pasti.
Engkau takkan dapat mengerti
selagi belum engkau tenggelamkan diri
dalam sungai berupa api kebenaran
lemaskan dirimu
dalam arus dingin kejujuran
selamatkan jiwamu
dari gelombang arus akal rakus.
Harus kau tempuh semua
agar kau bisa berenang keluar dari sungai kegelapan.
Selamatkan dirimu
wahai penyair.
Semoga kau akhirnya mengerti
makna kejadian diri
sungguh engkau, bukan dilahirkan
untuk menjadi penyair yang dipuja-puji
engkau hanyalah manusia.
Seperti kami dan mereka,
Manusia yang mengabdi
di muka bumiNya.